Agustus 07, 2012

Medang Cinta


Sedulurku tercinta,kata "wedang" berasal dari singkatan "ngawe-ngawe kadang",artinya memanggil-manggil sedulur untuk merajut persaudaraan,ketika suntuk dalam keasyikan "kebersamaan" pembicaraan maka kata wedang menjadi kata kerja yang hidup,yakni "medang" dengan makna menunaikan persudaraan dan kebersamaan dengan "mereguk" Cinta--jadilah Medang Cinta.Nama ini dipakai oleh Majlis Pengajian di Samarinda Kalimantan Timur,yang dikomandoi oleh Raden Ahmad Afandi--yang di facebook dikenal Ali Abu Hanifah,bersama dengan siapa pun yang mau bersama-sama dalam upaya membangun dan membangkitkan umat dari berbagai kemiskinan,kebodohan dan keterbelakangan apa saja--dengan Cinta. Majlis Pengajian ini untuk khalayak umum tanpa sekat,sederhana dan apa adanya--bukan ada apanya,tanpa membebani umat.

Bagi saya yang diizinkan oleh Allah untuk menyapa Majlis Pengajian ini merasa terpanggil untuk menemani,karena banyak orang tahu bahwa Samarinda ini adalah daerah yang semakin metripolis dengan ujung menjadi hedonistis,yang pada akhirnya ada yang terkikis sebagaimana kota-kota metripolis yang lain di dunia ini--khususnya di Indonesia,yakni tercerabutnya nilai-nilai agamis yang pasti akan berujung mengemukanya dekadensi moral.Bisa di duga,rusak moral musnahlah bangsa:deritualisasi,dekulturalisasi dan dehumanisasi.Betapa kehadiran Medang Cinta ini menjadi "oase" di Samarinda yang memang beragam penduduknya itu dari berbagai sisi,mereka butuh sebuah "perekat" yang akan menyatukan jiwa-jiwa walau bejibun adanya perbedaan itu.Kekayaan yang ada di Samarinda pun akan bisa dialihkan untuk hal-hal yang "ma'ruf"--perkara yang menurut Allah benar,bukan malah menjadikan Samarinda hancur karena bagai ayam mati di lumbung padi itu.Sebuah niat yang baik--yang berlandaskan Cinta,maka Medang Cinta akan selalu mendapat pertolongan,dan yang mengurusi akan berlimpah "semangat" dengan nyala hati yang berkobar,tiada tara--dengan Cinta.Dengan begitu hidup mereka pun akan "selalu muda"--nasehat Jalaluddin Rumi.

Dari sisi inilah yang saya lihat,dan saya mendoakan temen-temen di Medang Cinta ini untuk selalu "waspada" dengan keterjagaan hati,karena setiap isi tersembunyi dibalik kulitnya,setiap wangi mawar berada dibalik duri-diri,setiap mutiara berada dibalik gelombang-gelombang,setiap hati yang menawan berada dibalik nafsu-nafsu itu.Derita apapun yang ditemukan dalam perjalanan Medang Cinta itu musti dilampaui karena kelezatan perjuangan ada dibalik goresan-goresan yang ada,sampai pada titik:anggaplah goresan-goresan itu adalah kado dari Allah,yang bila dibuka--dengan menyelami apa yang datang,ternyata berisi sekuntum bunga teratai yang sedang mekar dengan bermahkotakan seribu bunga itu.Langkah Medang Cinta merupakan rahasia ikhtiar yang hasilnya sepenuhnya dipasrahkan kepada Dia Yang Maha Tahu.Inilah rahasia Cinta:ketika Cinta memanggilmu maka pasrahlah walau mengaburkan "pikiran-pikiranmu",dan Cinta itu punya banyak sayap,bahkan diantara sayap-sayap Cinta itu kadang terselib pedan yang melukaimu,namun luka karena Cinta tetesannya adalah "keterjagaan hati" itu adanya,ujunganya terasa manis.Luka dan bisa--kata Chairil Anwar,akan kubawa berlari,berlari hingga hilang pedih peri,dan aku mau hidup seribu tahun lagi.

Kawan-kawan,ketika kau ke Samarinda mampirlah ke Medang Cinta ini,di sana akan kau temui sebuah adab yang menawan:kalau kau orang tua akan dipandang orang tua mereka,kalau kau lebih tua akan dipandang sebagai kakak mereka,kalau kau sama dengan usia mereka akan dipandang sebagai sahabat mereka,kalau kau lebih muda dari mereka maka kau akan dipandang sebagai adik mereka,kalau kau sebagai anak-anak pun akan dipandang sebagai anak-anak mereka juga.Datanglah datang,datanglah datang siapa pun dirimu untuk meniti jalan "kembali",walau kau membawa seribu luka yang tak terobati,walau kau membawa seribu janji yang tak tertepati,walau kau pencari,walau kau peragu,walau kau tanpa saksi,di sini--di Medang Cinta,Samudra Cinta menanti...Barokallah!

oleh Kiai Budi

salam
Medang Cinta







0 komentar:

Poskan Komentar